0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Pelanggan Sudah Mau Beli, Bagaimana Membuat Mereka Menambah Produk Tanpa Merasa Dipaksa?

Dalam bisnis retail, mendapatkan satu transaksi sudah merupakan hal yang baik. Namun, ada peluang lain yang sering terlewat: membantu pelanggan menemukan produk lain yang memang mereka butuhkan.

Misalnya, pelanggan datang untuk membeli kurma. Setelah memilih kurma, sebenarnya mereka mungkin juga membutuhkan kacang, madu, atau produk lain untuk konsumsi di rumah atau sebagai oleh-oleh.

Masalahnya, banyak toko langsung menawarkan produk tambahan dengan cara yang terlalu agresif. Akibatnya, pelanggan justru merasa sedang “dikejar untuk membeli lebih banyak”.

Padahal, ada cara yang lebih sederhana.

Jangan Menawarkan Produk, Tawarkan Pelengkap

Kesalahan yang sering terjadi adalah menawarkan produk tambahan secara acak.

Pelanggan membeli kurma, lalu ditawari parfum. Membeli madu, lalu ditawari produk lain yang tidak berhubungan.

Cara seperti ini membuat penawaran terasa seperti sekadar mengejar omzet.

Cobalah berpikir dari sisi kebutuhan pelanggan.

Jika seseorang membeli kurma untuk oleh-oleh, produk pendamping yang relevan mungkin berupa kacang, madu, atau kemasan. Jika pelanggan membeli produk untuk konsumsi keluarga, pilihan produk tambahannya bisa berbeda.

Produk tambahan akan lebih mudah diterima ketika memang masuk akal bagi pelanggan.

Gunakan Pertanyaan Sederhana

Tidak perlu langsung mengatakan, “Mau tambah ini?”

Coba mulai dengan pertanyaan sederhana seperti:

“Ini untuk konsumsi sendiri atau untuk oleh-oleh?”

Jawaban pelanggan bisa memberikan petunjuk mengenai produk yang relevan untuk ditawarkan.

Jika untuk oleh-oleh, toko bisa mengarahkan ke pilihan kemasan atau produk pelengkap. Jika untuk konsumsi sendiri, toko dapat memberikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan keluarga.

Dengan cara ini, penawaran terasa seperti bantuan, bukan paksaan.

Buat Produk yang Sering Dibeli Bersamaan Lebih Mudah Ditemukan

Toko juga dapat menggunakan penataan produk untuk meningkatkan peluang pembelian tambahan.

Produk yang sering dibeli bersamaan bisa ditempatkan berdekatan atau dibuat menjadi satu pilihan paket.

Contohnya:

Kurma + Kacang Arab + Madu

Pelanggan tidak harus membeli paket tersebut. Namun, keberadaannya membantu mereka melihat bahwa ketiga produk tersebut bisa menjadi satu kebutuhan yang praktis.

Hal yang sama dapat diterapkan di toko online melalui fitur bundling, rekomendasi produk, atau foto katalog yang menampilkan beberapa produk yang saling melengkapi.

Jangan Terlalu Banyak Pilihan

Memberikan banyak rekomendasi bukan berarti semakin baik.

Jika pelanggan sudah memilih satu produk, kemudian ditawarkan lima atau enam produk tambahan sekaligus, mereka justru bisa bingung.

Cukup berikan satu atau dua rekomendasi yang paling relevan.

Misalnya:

“Kalau untuk oleh-oleh, biasanya pelanggan juga mengambil kacang Arab ini karena bisa sekalian dimasukkan dalam paket.”

Singkat, relevan, dan tidak memaksa.

Perhatikan Produk Apa yang Sering Dibeli Bersamaan

Ini salah satu trik yang paling mudah dilakukan.

Selama beberapa minggu, catat produk yang sering muncul dalam transaksi yang sama.

Misalnya ternyata pelanggan yang membeli kurma 500 gram sering membeli kacang Arab. Atau pelanggan yang membeli madu sering mengambil habbatussauda.

Pola tersebut bisa menjadi dasar untuk membuat bundling, mengatur penempatan produk, atau memberikan rekomendasi kepada pelanggan.

Dengan kata lain, data transaksi sederhana bisa membantu toko menemukan peluang penjualan yang sebelumnya tidak terlihat.

Jangan Mengejar Transaksi Tambahan dengan Cara Apa Pun

Tujuan dari cross-selling bukan membuat pelanggan membeli sebanyak mungkin.

Tujuannya adalah meningkatkan nilai transaksi dengan membantu pelanggan memenuhi kebutuhannya secara lebih lengkap.

Jika rekomendasi tidak relevan, lebih baik tidak ditawarkan.

Pelanggan yang merasa dibantu akan memiliki pengalaman berbeda dengan pelanggan yang merasa terus-menerus ditawari barang.

Dalam jangka panjang, cara menjual seperti ini dapat membantu membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang pembelian berikutnya.

Satu Transaksi Bisa Memiliki Peluang yang Lebih Besar

Meningkatkan penjualan tidak selalu berarti mencari pelanggan baru setiap hari.

Terkadang, peluang tersebut sudah ada di depan mata, yaitu pelanggan yang memang sudah datang dan sudah percaya pada toko.

Yang perlu dilakukan adalah memahami kebutuhannya, memberikan rekomendasi yang relevan, dan membuat produk pelengkap lebih mudah ditemukan.

Bukan memaksa pelanggan membeli lebih banyak, tetapi membantu mereka menemukan lebih banyak hal yang memang mereka perlukan.

Bagi pemilik toko, perbedaan cara berpikir ini sederhana tetapi penting. Karena penjualan yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak produk yang berhasil dijual, melainkan seberapa baik toko memahami kebutuhan pelanggannya.

Chat CS Kami