0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Kapan Harus Berhenti Menjual Produk yang Tidak Bergerak?

Kapan Harus Berhenti Menjual Produk yang Tidak Bergerak?

Tidak semua produk yang masuk ke gudang akan selalu laku. Ada produk yang cepat habis, ada yang membutuhkan waktu lebih lama, dan ada juga yang ternyata terus tersimpan meskipun sudah berbulan-bulan. Bagi pengusaha grosir, produk yang tidak bergerak perlu diperhatikan. Bukan karena produknya pasti buruk, tetapi karena stok yang terlalu lama tersimpan dapat membuat modal berhenti di gudang. Lalu, kapan sebenarnya sebuah produk perlu dihentikan…

Read more

Pelanggan Banyak Tapi Keuntungan Kecil? Coba Cek Ini

Memiliki banyak pelanggan tentu menjadi hal yang baik bagi sebuah bisnis. Pesanan terus masuk, produk terus keluar, dan aktivitas penjualan terlihat ramai. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: apakah penjualan tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan yang sehat? Dalam bisnis grosir, jumlah pelanggan dan jumlah transaksi tidak selalu sejalan dengan besarnya keuntungan. Bisa saja pelanggan semakin banyak, tetapi uang yang tersisa justru tidak banyak bertambah. Jika…

Read more

Jangan Tunggu Stok Habis Begini Cara Menentukan Waktu Restock yang Tepat

Dalam bisnis grosir, kehabisan stok bukan hanya masalah di gudang. Ketika produk yang dicari pelanggan tidak tersedia, penjualan bisa tertunda dan pelanggan dapat beralih ke supplier lain. Namun, melakukan restock terlalu cepat juga bukan solusi. Stok yang terlalu banyak dapat membuat modal tertahan dan memenuhi ruang penyimpanan. Karena itu, pengusaha grosir perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan restock. Jangan Menunggu Produk Benar-Benar Habis…

Read more

Cara Mengelola Grosir Sembako dan Oleh-Oleh Haji Umroh agar Stok Tetap Sehat

Menjalankan bisnis grosir sembako sekaligus menyediakan oleh-oleh haji dan umroh memiliki peluang yang cukup luas. Keduanya sama-sama dibutuhkan pasar, tetapi karakter produknya berbeda. Sembako biasanya memiliki permintaan yang lebih rutin. Sementara itu, oleh-oleh haji dan umroh bisa mengalami peningkatan permintaan pada waktu-waktu tertentu, misalnya ketika musim kepulangan jamaah atau menjelang momen keagamaan. Perbedaan tersebut membuat pengelolaan stok tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama. Jika…

Read more

Pelanggan Minta Harga Lebih Murah? Begini Cara Menjawabnya dengan Tepat

Dalam bisnis grosir, permintaan harga lebih murah adalah hal yang wajar. Pelanggan membeli dalam jumlah banyak, sehingga mereka biasanya berharap mendapatkan harga yang lebih rendah. Masalahnya, tidak semua permintaan diskon harus langsung disetujui. Jika terlalu mudah menurunkan harga, margin bisnis bisa semakin tipis. Namun, jika langsung menolak, pelanggan juga bisa merasa kurang mendapatkan solusi. Karena itu, pengusaha grosir perlu mengetahui cara merespons permintaan harga dengan…

Read more

Minimum Order Bukan Sekadar Syarat Ini Cara Menentukannya untuk Bisnis Grosir

Dalam bisnis grosir, pelanggan biasanya ingin membeli dengan harga yang lebih rendah karena mengambil barang dalam jumlah tertentu. Di sisi lain, penjual juga membutuhkan jumlah pesanan yang cukup agar biaya operasional, pengemasan, dan pengiriman tetap masuk akal. Di sinilah minimum order quantity atau MOQ menjadi penting. Bagi sebagian pengusaha grosir, minimum order hanya dianggap sebagai aturan untuk membatasi pesanan kecil. Padahal, jika ditentukan dengan tepat,…

Read more

Baru Mulai Bisnis Grosir? Ini Hal Penting yang Wajib Anda Pahami

Memulai bisnis grosir terlihat sederhana. Beli barang dalam jumlah banyak, dapat harga lebih rendah, lalu menjualnya kembali kepada toko atau pelanggan lain. Namun, ketika mulai dijalankan, bisnis grosir memiliki tantangan yang berbeda dari bisnis retail. Modal yang dibutuhkan lebih besar, perputaran stok harus diperhatikan, dan keuntungan dari setiap transaksi biasanya bergantung pada volume penjualan. Karena itu, pengusaha grosir pemula tidak cukup hanya mencari produk murah….

Read more

Pesanan Grosir Besar Belum Tentu Menguntungkan

Bagi pebisnis grosir, mendapatkan pesanan dalam jumlah besar tentu menjadi kabar yang menyenangkan. Barang keluar banyak, omzet terlihat meningkat, dan hubungan dengan pelanggan semakin luas. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan. Pesanan besar belum tentu memberikan keuntungan yang besar. Dalam kondisi pasar yang terus berubah, pebisnis grosir perlu melihat transaksi bukan hanya dari jumlah barang yang terjual, tetapi juga dari margin, kecepatan pembayaran, biaya…

Read more

Pelanggan Sudah Mau Beli, Bagaimana Membuat Mereka Menambah Produk Tanpa Merasa Dipaksa?

Dalam bisnis retail, mendapatkan satu transaksi sudah merupakan hal yang baik. Namun, ada peluang lain yang sering terlewat: membantu pelanggan menemukan produk lain yang memang mereka butuhkan. Misalnya, pelanggan datang untuk membeli kurma. Setelah memilih kurma, sebenarnya mereka mungkin juga membutuhkan kacang, madu, atau produk lain untuk konsumsi di rumah atau sebagai oleh-oleh. Masalahnya, banyak toko langsung menawarkan produk tambahan dengan cara yang terlalu agresif….

Read more

Cara Memanfaatkan Jam Ramai dan Jam Sepi di Toko

Banyak pemilik toko mengetahui kapan tokonya ramai. Pagi hari ada pelanggan tertentu, siang mulai sepi, lalu sore kembali ramai. Namun, tidak semua pemilik toko memanfaatkan pola tersebut sebagai bagian dari strategi bisnis. Padahal, waktu pelanggan datang sebenarnya menyimpan informasi penting tentang bisnis. Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran Agustus 2026 tetap tumbuh 0,5% secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga masih menjadi salah satu penopang…

Read more
Chat CS Kami