Banyak pelaku usaha menentukan stok berdasarkan satu pertanyaan sederhana. “Produk apa yang paling sering dicari pelanggan?” Sekilas, cara berpikir tersebut memang masuk akal. Jika banyak orang mencarinya, berarti produk tersebut layak diperbanyak. Namun dunia bisnis sering kali bekerja dengan cara yang berbeda. Ada produk yang setiap hari ditanyakan pelanggan, tetapi keuntungan yang dihasilkan sangat kecil. Di sisi lain, ada produk yang hampir tidak pernah ditanyakan…
Read more
Banyak pelaku usaha memiliki target yang sama setiap awal bulan: meningkatkan omzet. Semakin besar angka penjualan, semakin sukses bisnis dianggap berjalan. Tidak sedikit yang menjadikan omzet sebagai ukuran utama keberhasilan. Ketika laporan penjualan menunjukkan angka yang terus naik, rasa optimis pun ikut meningkat. Namun kenyataannya, banyak bisnis dengan omzet besar justru mengalami kesulitan keuangan. Ada yang terlambat membayar supplier. Ada yang kesulitan membeli stok baru….
Read more
Setiap pelaku usaha tentu ingin melihat bisnisnya terus bertumbuh. Penjualan meningkat, pelanggan bertambah, dan keuntungan semakin besar dari waktu ke waktu. Namun dalam praktiknya, banyak bisnis yang justru berhenti berkembang bukan karena produknya kurang bagus atau peminatnya sedikit. Masalahnya sering kali berada pada cara mengelola modal. Tidak sedikit pemilik usaha yang merasa omzet terus naik, tetapi uang di rekening tidak pernah bertambah. Barang di gudang…
Read more
Banyak pelaku usaha percaya bahwa pertumbuhan bisnis ditentukan oleh dua hal: produk yang bagus dan penjualan yang tinggi. Tidak sedikit yang menghabiskan waktu untuk mencari strategi promosi baru, mempercantik tampilan toko, hingga mengikuti tren pasar agar penjualan terus meningkat. Namun, ada satu faktor penting yang sering luput dari perhatian. Supplier. Bagi sebagian orang, supplier hanyalah tempat membeli barang dengan harga grosir. Selama harga lebih murah,…
Read more
Banyak pelaku usaha memiliki satu keyakinan yang hampir tidak pernah dipertanyakan: “Kalau produknya laris, pasti menguntungkan.” Sekilas, pemikiran tersebut memang terdengar masuk akal. Semakin banyak barang terjual, semakin besar pemasukan yang diterima. Namun dalam praktik bisnis, kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Tidak sedikit toko yang ramai setiap hari, pesanan terus masuk, dan stok terus berputar, tetapi keuntungan yang diperoleh ternyata tidak sebesar yang dibayangkan. Bahkan…
Read more
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pelaku usaha adalah membeli stok dalam jumlah besar hanya karena produk tersebut sedang ramai dibicarakan atau terlihat laris di pasaran. Padahal, produk yang ramai belum tentu menghasilkan keuntungan yang optimal. Tidak sedikit pemilik toko yang akhirnya menghadapi masalah stok menumpuk, modal tertahan, hingga arus kas yang terganggu karena salah mengambil keputusan saat melakukan pembelian. Bagi reseller, pemilik toko…
Read more
Bagi banyak reseller, mendapatkan penjualan pertama sering kali menjadi tantangan terbesar. Namun setelah penjualan mulai berjalan, muncul tantangan baru yang tidak kalah penting. Yaitu bagaimana meningkatkan omzet secara konsisten. Tidak sedikit reseller yang mengalami kondisi seperti ini: Tetapi omzet terasa jalan di tempat. Dari bulan ke bulan, peningkatannya sangat kecil. Bahkan terkadang tidak berubah sama sekali. Lalu apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini? Penjualan Berjalan…
Read more
Banyak reseller dan pemilik toko sering menganggap bahwa produk yang paling cepat laku adalah produk yang paling menguntungkan. Sekilas memang terdengar masuk akal. Jika sebuah produk sering terjual, berarti permintaannya tinggi. Namun dalam praktik bisnis, kondisi tidak selalu sesederhana itu. Ada produk yang sangat cepat bergerak, tetapi keuntungan yang dihasilkan relatif kecil. Sebaliknya, ada produk yang penjualannya tidak sebanyak produk lainnya, tetapi justru memberikan margin…
Read more
Momen seperti Ramadan, musim haji, Idul Fitri, atau Idul Adha biasanya membawa peningkatan penjualan yang cukup signifikan bagi banyak reseller. Namun setelah periode ramai berakhir, kondisi pasar biasanya kembali normal. Di fase inilah banyak reseller melakukan kesalahan yang justru berdampak pada penjualan beberapa bulan berikutnya. Padahal, masa setelah musim ramai sebenarnya bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat fondasi bisnis. Lalu, apa saja kesalahan yang…
Read more
Kalau diperhatikan,banyak toko oleh-oleh haji dan umroh sebenarnya menjual produk yang hampir sama. Kurma ada.Tasbih ada.Snack Timur Tengah ada.Produk herbal juga ada. Tetapi dalam praktiknya,hasil perkembangan tiap toko bisa sangat berbeda. Ada yang: sementara sebagian lainnya berjalan lebih lambat. Padahal produknya mirip. Lalu apa sebenarnya yang membedakan? Produk Boleh Sama, Tetapi Pengalaman Belanja Berbeda Salah satu faktor yang sering tidak disadari adalah pengalaman belanja pelanggan….
Read more