Produk Banyak, Tapi Pelanggan Bingung Pilih? Begini Cara Membuat Katalog yang Lebih Mudah Dipahami
Sekarang pelanggan tidak selalu datang langsung ke toko.
Mereka bisa melihat produk dari WhatsApp, Instagram, marketplace, atau katalog digital.
Masalahnya, semakin banyak pilihan produk yang ditampilkan, belum tentu semakin mudah pelanggan membeli.
Justru sebaliknya.
Terlalu banyak pilihan tanpa informasi yang jelas bisa membuat pelanggan bingung.
Akhirnya mereka hanya melihat-lihat, bertanya, lalu tidak jadi membeli.
Karena itu, cara menampilkan produk menjadi semakin penting.
Jangan Tampilkan Semua Produk Sekaligus
Memiliki banyak produk memang menjadi kelebihan sebuah toko.
Namun, semuanya tidak harus ditampilkan dalam satu halaman atau satu katalog.
Bayangkan pelanggan membuka katalog dan langsung melihat puluhan bahkan ratusan produk.
Mereka harus mencari sendiri produk yang sesuai.
Ini bisa membuat proses memilih terasa melelahkan.
Lebih baik kelompokkan produk berdasarkan kebutuhan.
Misalnya:
- Kurma.
- Madu.
- Kacang dan camilan.
- Produk herbal.
- Minyak zaitun.
- Oleh-oleh.
- Packaging.
Dengan begitu, pelanggan bisa langsung menuju kategori yang mereka butuhkan.
Gunakan Informasi yang Benar-Benar Dibutuhkan
Pelanggan tidak selalu membutuhkan penjelasan yang panjang.
Informasi dasar justru sering lebih penting.
Pastikan setiap produk memiliki informasi seperti:
Nama produk
Ukuran atau berat
Varian
Harga
Keunggulan utama
Cara penyimpanan jika diperlukan
Informasi yang jelas membuat pelanggan tidak perlu bertanya hal yang sama berulang kali.
Tunjukkan Produk yang Paling Banyak Dicari
Jika ada produk yang paling sering dibeli, jangan menyembunyikannya di antara banyak pilihan.
Berikan posisi yang lebih mudah ditemukan.
Misalnya buat kategori:
Produk Terlaris
Pilihan Pelanggan
Produk Baru
Rekomendasi Toko
Cara sederhana ini membantu pelanggan menentukan pilihan lebih cepat.
Terutama bagi pelanggan baru yang belum mengetahui produk apa yang cocok untuk mereka.
Foto Produk Jangan Sampai Membingungkan
Foto adalah salah satu hal pertama yang dilihat pelanggan.
Pastikan produk terlihat jelas dan tidak terlalu banyak elemen yang mengganggu.
Gunakan foto yang menunjukkan:
- Tampilan depan produk.
- Ukuran atau bentuk produk.
- Isi jika memang relevan untuk ditampilkan.
- Detail kemasan.
- Informasi penting pada label.
Tidak perlu menggunakan terlalu banyak foto jika semuanya menunjukkan hal yang sama.
Yang penting adalah pelanggan mendapatkan gambaran yang cukup sebelum membeli.
Berikan Pilihan Berdasarkan Kebutuhan
Daripada hanya menampilkan nama produk, bantu pelanggan memahami produk mana yang cocok untuk kebutuhan mereka.
Misalnya:
Untuk oleh-oleh
Kurma, kacang premium, madu, dan packaging.
Untuk konsumsi sehari-hari
Produk dengan ukuran lebih praktis dan harga yang lebih terjangkau.
Untuk hadiah
Produk dengan tampilan premium dan kemasan yang lebih menarik.
Cara seperti ini membuat pelanggan tidak hanya melihat produk.
Mereka juga mendapatkan arah untuk memilih.
Jangan Membuat Pelanggan Menebak Harga
Salah satu hal yang bisa membuat pelanggan ragu adalah informasi harga yang tidak jelas.
Jika memungkinkan, tampilkan harga dengan format yang mudah dipahami.
Jika harga berbeda berdasarkan ukuran, tuliskan perbedaannya.
Contohnya:
- 250 gram — RpXX.XXX
- 500 gram — RpXX.XXX
- 1 kilogram — RpXX.XXX
Pelanggan bisa langsung membandingkan tanpa harus bertanya terlebih dahulu.
Manfaatkan Produk Pendamping
Katalog juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk lain yang masih berhubungan.
Misalnya pelanggan melihat kurma.
Di bagian bawahnya bisa ditampilkan:
Lengkapi dengan:
- Madu.
- Kacang Arab.
- Paper bag.
- Produk oleh-oleh lainnya.
Cara ini membuat pelanggan lebih mudah menemukan kebutuhan tambahan tanpa harus kembali mencari dari awal.
Buat Katalog yang Mudah Dibaca di Ponsel
Sebagian besar pelanggan saat ini melihat informasi produk melalui layar ponsel.
Karena itu, jangan hanya memikirkan tampilan katalog ketika dibuka melalui komputer.
Perhatikan juga versi mobile.
Gunakan:
- Tulisan yang cukup besar.
- Foto yang jelas.
- Jarak antarproduk yang nyaman.
- Kategori yang mudah ditemukan.
- Informasi singkat dan langsung.
Katalog yang bagus bukan hanya terlihat menarik.
Tetapi juga mudah digunakan.
Update Produk Secara Berkala
Katalog yang tidak diperbarui dapat menimbulkan masalah.
Produk mungkin sudah habis tetapi masih ditampilkan.
Harga bisa berubah.
Kemasan bisa berganti.
Bahkan mungkin sudah ada produk baru yang lebih relevan.
Karena itu, lakukan pengecekan secara rutin.
Tidak perlu menunggu sampai ada pelanggan yang komplain.
Distributor Juga Perlu Memberikan Informasi Produk yang Lengkap
Bagi toko dan reseller, informasi dari distributor sangat membantu dalam membuat katalog.
Semakin lengkap informasi yang diterima, semakin mudah produk dijelaskan kepada pelanggan.
Data seperti ukuran, varian, kemasan, harga, stok, dan keunggulan produk dapat membantu toko membuat informasi yang lebih akurat.
Komunikasi yang baik antara toko dan distributor akhirnya tidak hanya membantu proses pemesanan.
Tetapi juga membantu proses penjualan.
Katalog yang Baik Membantu Pelanggan Mengambil Keputusan
Tujuan katalog bukan untuk menunjukkan sebanyak mungkin produk.
Tujuan utamanya adalah membuat pelanggan lebih mudah menemukan produk yang mereka butuhkan.
Jika pelanggan bisa memahami produk dengan cepat, membandingkan pilihan, dan mengetahui produk mana yang sesuai, kemungkinan mereka melanjutkan ke pembelian juga menjadi lebih besar.
Kesimpulan
Di era ketika pelanggan bisa menemukan produk hanya melalui layar ponsel, cara menampilkan produk menjadi semakin penting.
Jangan menganggap semakin banyak produk yang ditampilkan berarti semakin baik.
Kelompokkan produk.
Gunakan informasi yang jelas.
Tampilkan produk unggulan.
Berikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan.
Dan pastikan katalog mudah digunakan melalui ponsel.
Karena katalog yang baik bukan yang paling banyak menampilkan produk.
Tetapi katalog yang membuat pelanggan lebih cepat menemukan apa yang mereka cari dan lebih yakin untuk membeli.


