Pernah menghadapi pelanggan yang sudah bertanya tentang produk, menanyakan harga, tetapi akhirnya berkata, “Nanti dulu, ya”? Setelah itu, pelanggan tidak pernah kembali. Situasi seperti ini cukup sering terjadi dalam bisnis. Tidak semua pelanggan yang bertanya akan langsung membeli. Namun, jika banyak pelanggan berhenti di tengah proses, ada hal yang perlu diperiksa. Bisa jadi masalahnya bukan hanya harga. Ada beberapa hal lain yang membuat pelanggan ragu…
Read more
Pernah ada pelanggan yang bertanya harga, meminta foto produk, menanyakan stok, bahkan membandingkan beberapa pilihan, tetapi akhirnya tidak jadi membeli? Situasi seperti ini cukup sering dialami pemilik toko. Awalnya, penjual mengira pelanggan tersebut akan segera melakukan pemesanan. Namun, setelah semua pertanyaan dijawab, pelanggan justru menghilang tanpa kabar. Jika terjadi sesekali, hal ini wajar. Namun, jika banyak calon pelanggan melakukan hal yang sama, ada baiknya pemilik…
Read more
Ada produk yang sangat ramai dicari pada waktu tertentu, tetapi penjualannya mulai menurun setelah musimnya berlalu. Kurma, misalnya, banyak diburu menjelang Ramadan. Oleh-oleh haji dan umrah juga memiliki waktu penjualan yang cenderung meningkat pada periode tertentu. Bagi pemilik toko, kondisi ini cukup menantang. Stok masih tersedia, tetapi pembeli tidak sebanyak sebelumnya. Jika tidak dikelola dengan baik, barang bisa menumpuk dan modal tertahan terlalu lama. Namun,…
Read more
Pelanggan lama merupakan salah satu aset penting dalam sebuah bisnis. Mereka sudah mengenal produk yang dijual, mengetahui cara bertransaksi, dan pernah merasakan pelayanan toko. Karena itu, ketika pelanggan yang biasanya rutin berbelanja mulai jarang datang atau memesan, kondisi ini perlu diperhatikan. Sayangnya, perubahan tersebut sering kali baru disadari ketika penjualan mulai menurun. Padahal, pelanggan yang mulai jarang berbelanja belum tentu kehilangan minat. Bisa jadi ada…
Read more
Dalam bisnis grosir, hubungan dengan pelanggan tidak berhenti setelah transaksi selesai. Justru, cara penjual menangani masalah setelah pembelian dapat menentukan apakah pelanggan akan kembali atau memilih supplier lain. Komplain bisa muncul karena berbagai hal, mulai dari jumlah barang yang tidak sesuai, kemasan rusak, kualitas produk, hingga keterlambatan pengiriman. Situasi seperti ini wajar terjadi dalam kegiatan bisnis. Namun, cara menanganinya dapat memberikan dampak besar terhadap kepercayaan…
Read more
Tidak semua produk yang masuk ke gudang akan selalu laku. Ada produk yang cepat habis, ada yang membutuhkan waktu lebih lama, dan ada juga yang ternyata terus tersimpan meskipun sudah berbulan-bulan. Bagi pengusaha grosir, produk yang tidak bergerak perlu diperhatikan. Bukan karena produknya pasti buruk, tetapi karena stok yang terlalu lama tersimpan dapat membuat modal berhenti di gudang. Lalu, kapan sebenarnya sebuah produk perlu dihentikan…
Read more
Dalam bisnis grosir, kehabisan stok bukan hanya masalah di gudang. Ketika produk yang dicari pelanggan tidak tersedia, penjualan bisa tertunda dan pelanggan dapat beralih ke supplier lain. Namun, melakukan restock terlalu cepat juga bukan solusi. Stok yang terlalu banyak dapat membuat modal tertahan dan memenuhi ruang penyimpanan. Karena itu, pengusaha grosir perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan restock. Jangan Menunggu Produk Benar-Benar Habis…
Read more
Menjalankan bisnis grosir sembako sekaligus menyediakan oleh-oleh haji dan umroh memiliki peluang yang cukup luas. Keduanya sama-sama dibutuhkan pasar, tetapi karakter produknya berbeda. Sembako biasanya memiliki permintaan yang lebih rutin. Sementara itu, oleh-oleh haji dan umroh bisa mengalami peningkatan permintaan pada waktu-waktu tertentu, misalnya ketika musim kepulangan jamaah atau menjelang momen keagamaan. Perbedaan tersebut membuat pengelolaan stok tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama. Jika…
Read more
Dalam bisnis grosir, pelanggan biasanya ingin membeli dengan harga yang lebih rendah karena mengambil barang dalam jumlah tertentu. Di sisi lain, penjual juga membutuhkan jumlah pesanan yang cukup agar biaya operasional, pengemasan, dan pengiriman tetap masuk akal. Di sinilah minimum order quantity atau MOQ menjadi penting. Bagi sebagian pengusaha grosir, minimum order hanya dianggap sebagai aturan untuk membatasi pesanan kecil. Padahal, jika ditentukan dengan tepat,…
Read more
Memulai bisnis grosir terlihat sederhana. Beli barang dalam jumlah banyak, dapat harga lebih rendah, lalu menjualnya kembali kepada toko atau pelanggan lain. Namun, ketika mulai dijalankan, bisnis grosir memiliki tantangan yang berbeda dari bisnis retail. Modal yang dibutuhkan lebih besar, perputaran stok harus diperhatikan, dan keuntungan dari setiap transaksi biasanya bergantung pada volume penjualan. Karena itu, pengusaha grosir pemula tidak cukup hanya mencari produk murah….
Read more