Jangan Hanya Lihat Produk yang Laku, Cari Tahu Produk Apa yang Sering Dibeli Bersamaan
Banyak pemilik toko sudah mengetahui produk mana yang paling laku.
Kurma paling banyak terjual.
Madu sering dibeli.
Kacang juga memiliki perputaran yang bagus.
Namun, ada satu informasi yang sering terlewat.
Produk apa yang biasanya dibeli pelanggan secara bersamaan?
Informasi sederhana ini sebenarnya bisa menjadi dasar untuk meningkatkan nilai setiap transaksi.
Karena terkadang, peluang penjualan bukan berasal dari menjual lebih banyak produk kepada lebih banyak orang.
Tetapi dari membantu satu pelanggan menemukan produk lain yang memang mereka butuhkan.
Setiap Produk Bisa Memiliki “Pasangan”
Dalam sebuah toko, beberapa produk secara alami memiliki hubungan satu sama lain.
Contohnya:
- Kurma dengan madu.
- Kurma dengan kacang Arab.
- Minyak zaitun dengan produk herbal.
- Paper bag dengan produk oleh-oleh.
- Sajadah dengan parfum.
- Air Zamzam dengan perlengkapan oleh-oleh haji.
Ketika dua produk sering dibeli bersamaan, berarti terdapat pola pembelian yang bisa dimanfaatkan.
Pelanggan sebenarnya sudah menunjukkan kebutuhannya melalui transaksi.
Tugas pemilik toko adalah mengenali pola tersebut.
Mengapa Pola Pembelian Ini Penting?
Bayangkan seorang pelanggan datang dan hanya membeli satu produk.
Jika Anda mengetahui bahwa pelanggan yang membeli produk tersebut biasanya juga membutuhkan produk lain, Anda memiliki kesempatan untuk menawarkan produk pendukung.
Misalnya pelanggan membeli kurma untuk oleh-oleh.
Anda dapat menunjukkan pilihan paper bag atau produk tambahan yang sesuai.
Penawaran tersebut bukan sekadar mencoba menjual lebih banyak.
Anda sedang membantu pelanggan menyelesaikan kebutuhannya dalam satu kali kunjungan.
Lihat Data Transaksi, Bukan Sekadar Tebakan
Tidak perlu menggunakan sistem yang rumit untuk mulai mencari pola.
Ambil data transaksi selama beberapa minggu atau bulan.
Kemudian perhatikan:
- Produk apa yang paling sering muncul dalam transaksi.
- Produk apa yang sering muncul bersamaan.
- Produk mana yang biasanya dibeli pelanggan yang sama.
- Produk mana yang sering menjadi pembelian tambahan.
- Produk mana yang jarang dibeli sendiri tetapi sering muncul sebagai pelengkap.
Dari sini, Anda mulai bisa menemukan pola yang sebelumnya tidak terlihat.
Jangan Langsung Menggabungkan Semua Produk
Menemukan dua produk yang sering dibeli bersamaan bukan berarti keduanya harus selalu dijual sebagai paket.
Pelanggan tetap harus memiliki pilihan.
Misalnya, ketika pelanggan membeli kurma, Anda bisa menempatkan beberapa produk pendamping di dekatnya.
Dengan begitu, pelanggan dapat memilih sendiri apakah ingin menambahkan produk tersebut.
Cara ini terasa lebih natural dibandingkan memaksa pelanggan membeli paket tertentu.
Gunakan Penataan Rak untuk Membantu Penjualan
Pola pembelian dapat diterapkan langsung pada penataan toko.
Produk yang sering dibeli bersamaan dapat ditempatkan pada area yang berdekatan.
Contohnya:
Area Kurma
Kurma → Madu → Kacang Arab → Paper Bag
Area Herbal
Minyak Zaitun → Habbatussauda → Madu
Tujuannya bukan membuat semua produk bercampur.
Tetapi membuat pelanggan lebih mudah menemukan produk yang relevan dengan kebutuhannya.
Produk yang Jarang Laku Bisa Tetap Berguna
Ini bagian yang sering mengejutkan.
Sebuah produk mungkin tidak memiliki penjualan tinggi jika dilihat secara terpisah.
Namun, produk tersebut bisa tetap memiliki peran penting jika sering menjadi pelengkap produk lain.
Misalnya sebuah produk hanya terjual sedikit.
Tetapi sebagian besar pembelinya juga membeli produk utama dengan nilai transaksi lebih tinggi.
Produk tersebut tidak harus langsung dianggap gagal.
Lihat terlebih dahulu perannya dalam keseluruhan transaksi.
Manfaatkan Pola Ini untuk Penjualan Online
Strategi yang sama dapat diterapkan pada marketplace dan toko online.
Ketika pelanggan melihat sebuah produk, tampilkan produk yang relevan sebagai pilihan tambahan.
Contohnya:
Membeli kurma? Anda mungkin juga membutuhkan:
- Madu.
- Kacang premium.
- Paper bag.
- Produk oleh-oleh lainnya.
Hal ini membuat pelanggan lebih mudah menemukan produk yang sebelumnya mungkin tidak mereka cari.
Evaluasi Produk Berdasarkan Perannya
Mulai sekarang, jangan hanya mengelompokkan produk berdasarkan jumlah penjualannya.
Coba gunakan beberapa kategori:
Produk utama
Produk yang menjadi alasan pelanggan datang.
Produk pendamping
Produk yang sering dibeli bersama produk utama.
Produk tambahan
Produk yang dapat meningkatkan nilai transaksi.
Produk pelengkap khusus
Produk yang mungkin jarang terjual tetapi dibutuhkan untuk kondisi tertentu.
Dengan pembagian ini, Anda dapat melihat fungsi setiap produk secara lebih jelas.
Distributor Juga Bisa Menjadi Sumber Informasi
Distributor yang melayani banyak toko biasanya memiliki gambaran mengenai pola permintaan pasar.
Anda dapat berdiskusi mengenai produk yang sering dibeli bersamaan, produk yang sedang mengalami peningkatan permintaan, atau produk pendamping yang mulai banyak dicari.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan stok berikutnya.
Kesimpulan
Mengetahui produk yang paling laku memang penting.
Tetapi mengetahui produk apa yang sering dibeli bersamaan dapat memberikan informasi yang tidak kalah berharga.
Pola tersebut dapat membantu Anda menentukan penataan rak, menawarkan produk tambahan, mengatur stok, hingga meningkatkan nilai transaksi.
Tidak perlu langsung melakukan perubahan besar.
Mulailah dengan melihat data transaksi dan cari dua atau tiga produk yang paling sering muncul dalam pembelian yang sama.
Karena terkadang, peluang meningkatkan penjualan tidak tersembunyi di produk baru.
Peluangnya sudah ada di produk yang setiap hari dibeli pelanggan Anda.

