Kurma Masih Laku Setelah Ramadan? Ini Jenis yang Tetap Dicari Pasar

Banyak pelaku usaha mengira bahwa penjualan kurma hanya ramai selama bulan Ramadan. Padahal faktanya, setelah Ramadan dan menjelang Idul Fitri bahkan beberapa bulan setelahnya, kurma masih memiliki pasar yang cukup stabil. Bagi reseller, toko oleh-oleh, hingga pemilik usaha hampers, kurma tetap menjadi produk yang layak dijual karena masih memiliki permintaan yang konsisten.
Bagi pelaku bisnis B2B, memahami jenis kurma yang masih diminati setelah puasa dapat membantu mengelola stok dengan lebih efektif sekaligus menjaga perputaran produk tetap sehat.
1. Kurma Ajwa (Kurma Nabi)
Kurma Ajwa dikenal sebagai salah satu jenis kurma premium yang memiliki nilai religius tinggi. Permintaan terhadap kurma ini tidak hanya terjadi saat Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun.
Banyak pelanggan tetap mencari Ajwa untuk:
- Oleh-oleh haji dan umrah
- Konsumsi harian karena nilai sunnah
- Produk hampers atau parcel Islami
- Dijual kembali di toko herbal atau toko sunnah
Karena posisinya sebagai kurma premium, Ajwa relatif lebih stabil dari sisi permintaan dibandingkan kurma konsumsi massal.
Keunggulan untuk reseller:
- Nilai jual tinggi
- Margin relatif baik
- Target market loyal
2. Kurma Sukari

Sukari termasuk salah satu kurma yang populer karena rasanya yang manis lembut seperti karamel. Setelah Ramadan, Sukari masih banyak dicari karena cocok untuk konsumsi keluarga sehari-hari.
Beberapa alasan Sukari tetap laku di pasaran:
- Rasanya manis dan disukai berbagai usia
- Teksturnya lembut dan tidak terlalu kering
- Cocok untuk snack sehat harian
Bagi pemilik toko atau reseller, Sukari termasuk kategori kurma fast moving yang relatif mudah dipasarkan.
3. Kurma Tunis
Kurma Tunis (sering juga dikenal sebagai Deglet Nour dari Tunisia) memiliki karakteristik warna coklat terang dengan rasa manis ringan.
Jenis ini cukup menarik bagi pasar karena:
- Harganya lebih terjangkau dibanding kurma premium
- Cocok untuk camilan atau campuran makanan
- Mudah dijual dalam berbagai kemasan
Bagi pelaku usaha, kurma Tunis sering menjadi pilihan untuk produk retail atau penjualan kiloan karena segmentasinya luas.
4. Kurma Lulu

Kurma Lulu dikenal dengan bentuknya yang lebih bulat dan teksturnya yang padat. Rasanya manis namun tidak terlalu lembek sehingga cukup disukai untuk konsumsi sehari-hari.
Kurma ini memiliki beberapa keunggulan untuk bisnis:
- Tampilan menarik untuk display toko
- Harga kompetitif
- Cocok untuk jual ecer maupun paket hampers
Karena tampilannya cukup premium namun dengan harga yang relatif terjangkau, Lulu sering menjadi opsi yang baik untuk retail dan penjualan grosir.
Strategi Menjual Kurma Setelah Ramadan
Bagi pemilik usaha atau reseller, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar penjualan kurma tetap berjalan setelah Ramadan:
1. Ubah positioning dari “menu buka puasa” menjadi “snack sehat”.
Kurma dapat dipasarkan sebagai camilan sehat yang kaya serat, mineral, dan energi alami.
2. Gunakan kemasan kecil untuk retail.
Kemasan 250g atau 500g sering lebih mudah dijual dibandingkan kemasan besar.
3. Manfaatkan momen Lebaran dan silaturahmi.
Kurma tetap relevan sebagai sajian tamu atau isi hampers.
4. Kombinasikan dengan produk lain.
Kurma dapat dijual bersama madu, kacang Arab, atau cokelat Timur Tengah sebagai paket produk.
Peluang Bisnis Kurma Masih Terbuka
Bagi pelaku usaha, stok kurma setelah Ramadan tidak harus menjadi beban. Dengan memilih jenis kurma yang tepat dan strategi pemasaran yang sesuai, produk ini tetap memiliki peluang penjualan yang baik.
Banyak toko oleh-oleh, reseller, hingga UMKM masih membutuhkan pasokan kurma untuk kebutuhan retail maupun hampers.
Jika Anda mencari supplier kurma untuk kebutuhan grosir atau reseller, memilih distributor yang menyediakan variasi kurma berkualitas dapat membantu menjaga stabilitas bisnis Anda sepanjang tahun.
