0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Beli Banyak atau Beli Sedikit? Cara Menentukan Jumlah Pesanan yang Lebih Aman untuk Toko

Saat mau pesan barang dari distributor, pemilik toko sering dihadapkan pada dua pilihan.

Beli banyak supaya harga lebih murah.

Atau,

beli sedikit supaya modal tidak terlalu lama tertahan.

Keduanya punya keuntungan dan risiko.

Kalau membeli terlalu sedikit, toko bisa kehabisan stok saat permintaan sedang tinggi.

Kalau membeli terlalu banyak, barang bisa menumpuk dan modal sulit berputar.

Lalu, sebenarnya berapa jumlah yang paling aman?

Jangan Hanya Melihat Harga Lebih Murah

Distributor biasanya memberikan harga yang lebih menarik jika pembelian dilakukan dalam jumlah tertentu.

Hal ini memang bisa menguntungkan.

Tetapi jangan langsung mengambil jumlah besar hanya karena harga per produknya lebih murah.

Coba hitung juga apakah barang tersebut memang bisa terjual dalam waktu yang wajar.

Harga beli murah tidak akan terlalu berarti jika sebagian barang akhirnya terlalu lama tersimpan di gudang.

Lihat Kecepatan Penjualan Produk

Hal pertama yang perlu diketahui adalah berapa banyak produk yang biasanya terjual dalam satu periode.

Misalnya, dalam satu bulan rata-rata toko menjual 50 pcs.

Jika distributor menawarkan pembelian 200 pcs, jangan hanya melihat potongan harganya.

Tanyakan:

Apakah 200 pcs tersebut bisa habis dalam waktu yang masuk akal?

Jika membutuhkan empat bulan atau lebih untuk menghabiskannya, modal akan lebih lama tertahan.

Sebaliknya, jika produk memang terjual cepat, pembelian dalam jumlah lebih besar bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Perhatikan Waktu Pengiriman dari Distributor

Jumlah pesanan juga perlu disesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan stok berikutnya.

Misalnya distributor membutuhkan waktu 5 hari untuk mengirim barang.

Anda tidak harus menunggu stok benar-benar habis sebelum melakukan pemesanan.

Jika rata-rata penjualan mencapai 10 pcs per hari, maka selama menunggu 5 hari bisa ada sekitar 50 pcs yang terjual.

Artinya, stok harus diperhitungkan sebelum mencapai titik yang terlalu rendah.

Sisakan Stok Pengaman

Permintaan pelanggan tidak selalu sama setiap hari.

Ada periode tertentu ketika penjualan meningkat.

Misalnya menjelang Ramadan, musim haji dan umrah, hari raya, atau momen tertentu ketika kebutuhan oleh-oleh meningkat.

Karena itu, toko sebaiknya memiliki stok pengaman untuk produk yang memang penting dan cepat bergerak.

Namun stok pengaman juga tidak berarti harus menyimpan barang sebanyak mungkin.

Jumlahnya tetap perlu disesuaikan dengan pola penjualan.

Bedakan Produk Cepat dan Lambat Bergerak

Tidak semua barang bisa diperlakukan dengan cara yang sama.

Produk yang cepat terjual biasanya lebih aman untuk dipesan secara rutin.

Sedangkan produk yang lambat bergerak sebaiknya dipesan dalam jumlah yang lebih hati-hati.

Contohnya:

Produk cepat bergerak: stok lebih banyak dan restock lebih rutin.

Produk sedang: pesan sesuai pola penjualan.

Produk lambat: mulai dari jumlah kecil dan evaluasi hasilnya.

Dengan pembagian seperti ini, keputusan pembelian menjadi lebih mudah.

Jangan Lupa Menghitung Kapasitas Gudang

Jumlah pesanan juga harus disesuaikan dengan tempat penyimpanan.

Jangan sampai toko mendapatkan harga beli yang lebih murah tetapi gudang menjadi terlalu penuh.

Barang yang ditumpuk terlalu banyak juga bisa menyulitkan pencatatan, penataan, dan pengecekan stok.

Gudang yang rapi membuat Anda lebih mudah mengetahui barang apa yang masih tersedia dan mana yang harus segera dipesan.

Gunakan Data Penjualan Sebagai Patokan

Anda tidak membutuhkan sistem yang rumit.

Catat saja beberapa angka penting:

  • Penjualan rata-rata per minggu atau bulan.
  • Jumlah stok yang tersisa.
  • Waktu pengiriman distributor.
  • Jumlah stok pengaman.
  • Berapa lama biasanya satu pesanan habis.

Dari data tersebut, Anda bisa membuat keputusan yang jauh lebih aman dibandingkan hanya mengandalkan perkiraan.

Jangan Takut Memesan Sedikit untuk Produk Baru

Untuk produk yang belum pernah dijual, membeli dalam jumlah besar memiliki risiko lebih tinggi.

Anda belum tahu apakah pelanggan akan menyukainya.

Karena itu, lebih aman melakukan pembelian awal dalam jumlah terbatas.

Setelah melihat respons pelanggan, barulah jumlah pesanan berikutnya disesuaikan.

Jika ternyata produk cepat terjual, Anda bisa meningkatkan jumlah pembelian.

Jika ternyata kurang diminati, kerugian tidak terlalu besar.

Manfaatkan Informasi dari Distributor

Distributor dapat membantu memberikan gambaran mengenai produk yang sedang banyak dicari.

Tanyakan mengenai:

  • Produk yang sedang mengalami peningkatan permintaan.
  • Produk yang memiliki perputaran tinggi.
  • Produk yang cocok dijual bersamaan.
  • Ukuran atau kemasan yang paling banyak diminati.
  • Program harga berdasarkan jumlah pembelian.

Informasi tersebut bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan jumlah pesanan.

Jadi, Lebih Baik Beli Banyak atau Sedikit?

Tidak ada satu jumlah yang cocok untuk semua toko.

Jumlah pesanan yang aman bergantung pada:

Kecepatan penjualan + waktu restock + kapasitas gudang + modal + pola permintaan.

Jika produk cepat laku dan permintaannya stabil, membeli lebih banyak bisa masuk akal.

Jika produk masih baru atau perputarannya lambat, pembelian dalam jumlah kecil biasanya lebih aman.

Yang penting bukan membeli sebanyak mungkin.

Tetapi membeli sebanyak yang memang bisa dijual dan diputar kembali menjadi modal.

Kesimpulan

Menentukan jumlah pesanan bukan sekadar memilih antara beli banyak atau beli sedikit.

Yang perlu diperhatikan adalah seberapa cepat barang terjual, kapan stok berikutnya bisa datang, berapa modal yang tersedia, dan seberapa besar risiko barang menumpuk.

Dengan menggunakan data penjualan dan berkomunikasi dengan distributor, Anda dapat membuat keputusan pembelian yang lebih terukur.

Karena dalam bisnis toko, pesanan yang baik bukan yang paling banyak, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan penjualan.

Chat CS Kami